Monday, 25-5-2026 22:05 139
Aparat gabungan melakukan evakuasi terhadap 44 pendulang emas yang selamat dalam pembantaian 10 pendulang di Boven Digoel, Papua Selatan. Sementara 10 korban meninggal belum dievakuasi.
"Koops TNI Habema bersama aparat gabungan berhasil melaksanakan evakuasi terhadap 44 warga pendulang emas. Mereka mengungsi akibat gangguan keamanan oleh kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM)," kata Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Para pendulang emas itu dievakuasi dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan menuju Pelabuhan Tanah Merah sejak Minggu (24/5). Para korban disebut tiba di lokasi tujuan dengan selamat.
"Setibanya di Pelabuhan Tanah Merah, seluruh warga langsung mendapatkan pengamanan dan pendampingan dari personel Koops TNI Habema bersama aparat gabungan guna menjalani pendataan, pemeriksaan, dan pengamanan lanjutan," ucapnya.
Ia melanjutkan selain proses evakuasi, personel Koops TNI Habema bersama aparat gabungan juga terus meningkatkan patroli dan pemantauan situasi keamanan di sejumlah wilayah rawan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Peristiwa gangguan keamanan di Distrik Awimbon dinilai berdampak terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah Pegunungan Bintang dan sekitarnya. Oleh karena itu, Koops TNI Habema bersama aparat terkait terus memperkuat koordinasi dalam rangka menjaga stabilitas keamanan wilayah," tegasnya.
Sebagai informasi, 10 orang pendulang emas tewas dibacok bertubi-tubi menggunakan parang pada Rabu (20/5). Aksi keji itu dilancarkan oleh OPM yang dipimpin oleh Dejang Heluka bersama Kopitua Heluka.
"Jadi mereka (OPM) itu melakukan penyergapan," ujar Tim Penerangan Koops TNI Habema Kapten Sus Dewa Puspanegara saat dihubungi detikcom, Kamis (21/5).
Menurut Sus Dewa, para pendulang saat itu tersebar di sejumlah titik di area tambang. Ada yang sedang beristirahat dan ada pula yang tengah mendulang emas ketika serangan terjadi.
"(Para korban) ada yang sedang istirahat, ada yang sedang mendulang. Itu otomatis mereka berlarian, tidak di satu titik. Rata-rata tertangkap oleh OPM," ujar Sus Dewa.
Para korban sempat lari kocar-kacir untuk menyelamatkan diri. Namun mereka diburu dan akhirnya tertangkap, lalu dibacok menggunakan parang.
"Dari informasi dan video yang dikirim dari lapangan, rata-rata dibacok menggunakan parang di bagian kepala dan badan," jelasnya. (Yoy)
Sumber : detikcom