Saturday, 23-5-2026 19:50 33
Bagi banyak orang, kopi adalah 'penyelamat mood' di pagi hari. Aromanya menenangkan, rasanya nikmat, dan efeknya bisa bikin tubuh terasa lebih segar.
Kabar baik untuk coffee lovers, ternyata, manfaat kopi tak hanya sampai di situ. Penelitian terbaru menemukan bahwa minuman favorit jutaan orang ini berpotensi membantu menjaga stres dan kecemasan tetap terkendali-asal dikonsumsi dalam jumlah yang pas.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders menemukan adanya kaitan antara konsumsi kopi dan kesehatan mental. Seperti dilansir dari Real Simple, penelitian tersebut menggunakan data dari UK Biobank, basis data kesehatan yang mencatat informasi demografi dan kondisi medis hampir 500 ribu orang.
Hasil analisa menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang, cenderung lebih rendah mengalami stres maupun gangguan suasana hati, dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Namun, ada satu hal penting. Jumlahnya harus tepat dan jangan berlebihan.
Menariknya, manfaat ini ternyata bukan semata-mata soal kafein. Penggemar kopi decaf alias tanpa kafein tak perlu khawatir, karena penelitian tersebut menemukan bahwa kopi tanpa kafein juga menunjukkan efek yang mirip terhadap kesehatan mental.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Nature Communications pada April lalu menemukan kemungkinan penyebabnya, yaitu hubungan antara kopi dan kesehatan usus. Baik peminum kopi berkafein maupun decaf diketahui memiliki komposisi mikrobioma usus yang berbeda dibandingkan orang yang tidak minum kopi.
Mereka juga mencatat skor stres, depresi, dan impulsivitas lebih rendah pada orang yang rutin minum kopi. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kopi mungkin memengaruhi kondisi mental lewat koneksi antara usus dan otak, yang belakangan semakin banyak menjadi sorotan dalam dunia kesehatan.
Meski begitu, seperti banyak hal dalam pola hidup sehat, kuncinya tetap soal keseimbangan. Dua hingga tiga cangkir kopi mungkin bisa memberi manfaat, tetapi terlalu banyak bisa berpotensi membuat tubuh dan pikiran makin kewalahan, belum lagi risiko asam lambung. (Yoy)