Gambar App
XSpace Radio
Dapatkan info lengkap disini

Child Care Jadi Profesi Baru Buat Anak Muda

Saturday, 8-8-2026 08:45 77

Gambar Konten

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur bersama Kadin Institute mengembangkan profesi pengasuh anak (child care) sebagai bagian dari penguatan care economy di Indonesia. Melalui pelatihan yang digelar bekerja sama dengan Save the Children dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, para peserta dipersiapkan menjadi tenaga pengasuh anak profesional yang memiliki kompetensi dan sertifikasi nasional.

 

Pelatihan berlangsung di Kadin Institute Surabaya pada Senin (27/7/2026) hingga Kamis (6/8/2026). Program ini menjadi langkah awal membangun profesi child care sebagai pekerjaan yang tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai profesi yang memiliki prospek besar di tengah meningkatnya kebutuhan layanan pengasuhan anak.

 

Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut pengembangan konsep care economy, yaitu sektor ekonomi yang menempatkan pekerjaan pengasuhan sebagai profesi yang bernilai dan dibutuhkan masyarakat.

 

"Child Care ini bekerja sama dengan Save the Children dan Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur. Tujuannya adalah menindaklanjuti pengembangan care economy. Dulu pekerjaan seperti pengasuh bayi, pengasuh anak maupun lansia sering dianggap pekerjaan sampingan. Padahal sekarang justru menjadi profesi baru yang sangat menjanjikan," ujar Nurul Indah Susanti saat penutupan pelatihan, Surabaya, Kamis (6/8/2026).

 

Nurul menjelaskan, sebelum pelatihan bagi peserta dimulai, Kadin Institute telah menyusun modul dan melatih 20 instruktur. Mereka mendapatkan pembekalan kompetensi teknis pengasuhan anak sekaligus metodologi mengajar selama dua minggu, kemudian menjalani magang di tempat penitipan anak selama satu minggu sebelum mengikuti uji kompetensi.

 

Setelah dinyatakan kompeten, para instruktur diterjunkan untuk melatih calon tenaga child care agar memiliki standar pelayanan yang baik.

Menurutnya, kebutuhan tenaga pengasuh profesional akan terus meningkat, terutama seiring berkembangnya kebijakan penyediaan fasilitas penitipan anak di lingkungan industri.

 

"Harapannya profesi child care menjadi profesi baru bagi anak-anak muda. Pekerjaan ini sangat mulia dan sangat dibutuhkan. Di kawasan industri misalnya, sekarang mulai didorong adanya tempat penitipan anak agar para pekerja, khususnya ibu yang memiliki balita, bisa bekerja dengan tenang karena anak-anak mereka mendapatkan pengasuhan yang baik," katanya.

 

Ia menambahkan, kualitas pengasuhan pada usia emas anak menjadi perhatian utama dalam pelatihan. Berbagai materi diberikan, mulai dari tumbuh kembang anak, kesehatan, pertolongan pertama, gizi, komunikasi, hingga penguatan soft skill dan public speaking.

 

Nurul menilai berbagai kasus kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak menjadi pelajaran penting bahwa profesi pengasuh harus dijalankan oleh tenaga yang memiliki kompetensi, empati, dan pemahaman perkembangan psikologis anak.

 

"Usia nol sampai enam tahun adalah usia emas. Semua yang dilihat, didengar dan dirasakan anak akan membentuk perkembangan mereka di masa depan. Karena itu pengasuh tidak cukup hanya mengandalkan naluri, tetapi harus dibekali ilmu, keterampilan, dan hati yang baik," tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan pelatihan ini akan diperluas ke lima titik di Jawa Timur dengan total 150 peserta.

 

"Hari ini yang pertama dilaksanakan di Kadin Institute dengan 30 peserta. Selanjutnya ada di Intersolusi Surabaya, Malang, Blitar, dan Ponorogo, masing-masing 30 peserta sehingga total ada 150 peserta," ujarnya.

 

Adik menjelaskan seluruh peserta akan mengikuti pelatihan intensif mengenai pengasuhan bayi dan anak, perawatan kesehatan, penyusunan menu bergizi, kebersihan, hingga pendampingan tumbuh kembang anak. Setelah pelatihan selesai, peserta menjalani magang selama satu minggu sebelum mengikuti uji kompetensi.

 

"Setelah pelatihan dan magang, peserta mengikuti uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pekerja Domestik Nusantara yang telah berlisensi BNSP. Setelah dinyatakan kompeten, mereka akan ditawarkan kepada daycare yang membutuhkan tenaga child care bersertifikat," jelasnya.

 

Salah satu peserta, Aura Puspa Devina, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya, mengaku pengalaman praktik menjadi bagian paling berkesan selama mengikuti pelatihan.

 

"Yang paling membekas adalah praktik dan role play penanganan anak usia tiga sampai enam tahun. Kami juga belajar menyiapkan makanan bergizi sesuai kebutuhan anak dan praktik pertolongan pertama jika anak mengalami luka. Saya jadi sadar bahwa menjadi caregiver tidak cukup hanya dengan naluri, tetapi harus dibekali ilmu," katanya.

 

Peserta lainnya, Lailatul Choiriyah, yang telah bekerja di sebuah daycare di Surabaya, mengaku pelatihan tersebut memperkaya pengetahuan yang selama ini belum pernah diperolehnya.

 

"Saya sudah lama bekerja di daycare, tetapi ternyata masih banyak ilmu yang belum saya ketahui. Kami belajar gizi seimbang, penanganan anak tersedak, pertolongan pertama ketika anak jatuh, menjaga kebersihan daycare hingga cara merawat anak saat muntah atau buang air. Materinya sangat lengkap dan penyampaiannya tidak monoton," ujarnya.

 

Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak perempuan Indonesia memiliki kompetensi sebagai tenaga pengasuh profesional sekaligus menjadi bekal dalam mengasuh anak di lingkungan keluarga.

 

Melalui program ini, Kadin Jawa Timur berharap profesi child care semakin diakui sebagai bagian penting dari penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap dunia pengasuhan anak.kbc6 (Yoy)

 

Sumber : Kabarbisnis.com

Berita lainnya