Sunday, 17-7-2022 22:00 935
1979, kala itu 2 suku di Papua tepatnya di pedalaman @Wamena, sedang bertikai dan bersiap berperang. Maka seorang dokter tampil di antara mereka duduk dan seolah beratraksi dengan bermain gitar.
Dialah almarhum dr. Slamet Sudibyo seorang dokter spesialis mata asal Surabaya yang saat momen kritis itu melantunkan lagu karangan Ebiet G Ade.
Maka, ketika saudara saudara kita dari kedua suku mendengarkan lantunan lagu yang dibawakan almarhum dr.Slamet, mereka tampak menikmati. Dan di akhir lagu ... mereka meneriakkan yel-yel dengan meriah, pertanda kegembiraan yang membatalkan rencana peperangan antar suku mereka.
Dr Slamer Sudibyo juga dicatat sebagai salah satu pendiri Rumah Sakit Mata Surabaya.(Yoy)
Sumber : Aditya Jakarta