Saturday, 15-8-2026 10:02 203
Situasi pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) terus berkembang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini tsunami, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.
Selain perkembangan status tsunami, laporan dari lapangan menunjukkan gempa tersebut mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah terdampak.
BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami. BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa kuat mengguncang wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Setelah melakukan pemantauan terhadap muka air laut dan aktivitas kegempaan, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG karena gempa susulan masih mungkin terjadi.
Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dunia. Di tengah berakhirnya ancaman tsunami, proses pendataan dampak gempa masih berlangsung.
Laporan sementara menyebutkan dua orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Selain korban jiwa, sejumlah warga mengalami luka-luka dan masih mendapat penanganan dari tim medis serta aparat setempat. Data korban masih dapat berubah seiring proses verifikasi yang dilakukan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pelabuhan hingga Rumah Warga Mengalami Kerusakan. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Flores.
Salah satu kerusakan yang menjadi perhatian adalah ambruknya sebagian ruang tunggu lantai dua Pelabuhan Laurens Say Maumere. Selain itu, rumah warga, bangunan penginapan, dan sejumlah fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang masih didata oleh petugas di lapangan.
Tim gabungan dari BPBD, BNPB, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terus melakukan asesmen untuk memastikan jumlah bangunan terdampak sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat.Gempa Susulan Masih Terjadi
BMKG mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama.
Karena itu, masyarakat diminta tidak kembali memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dipastikan aman oleh petugas. Warga di wilayah terdampak juga diimbau menyiapkan jalur evakuasi apabila terjadi gempa susulan yang lebih kuat.Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi
BMKG mengingatkan masyarakat agar hanya mengikuti informasi yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah dan tidak menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi.
Meski ancaman tsunami telah berakhir, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat aktivitas gempa susulan masih terus dipantau oleh BMKG. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga masih melakukan pendataan kerusakan serta penanganan terhadap warga terdampak. (Yoy)
Sumber : mediata.id, INews