Gambar App
XSpace Radio
Dapatkan info lengkap disini

Lamudi.co.id Rumahkan Karyawan Capai Efisiensi

Tuesday, 18-7-2023 08:54 416

Gambar Konten

Perusahaan teknologi di bidang properti Lamudi melakukan pengurangan karyawan di beberapa departemen sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi untuk mencapai keberlanjutan bisnis jangka panjang perusahaan.

CEO Lamudi Indonesia Mart Polman dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan pengambilan keputusan untuk melakukan restrukturisasi bukanlah hal yang mudah namun penting bagi perusahaan agar dapat terus memberikan dan mengembangkan penawaran yang terbaik bagi pengembang, bank, maupun 30.000 agen properti yang bekerja sama.

“Dengan ini, Lamudi dapat terus menghadirkan layanan yang kompetitif sebagai perusahaan properti teknologi terdepan di Indonesia,” kata Mart.

Bagi karyawan yang terdampak dalam restrukturisasi ini, perusahaan berkomitmen untuk memberikan dukungan terbaik, berupa dukungan finansial, kesehatan yang lebih dari yang diwajibkan oleh peraturan yang berlaku dan program outplacement untuk membantu karyawan menemukan pekerjaan berikutnya.

Kendati tidak merinci total pengurangan karyawan yang dilakukan perusahaan, aksi tersebut dilakukan per 17 Juli 2023.

Dalam dua tahun terakhir, perusahaan telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dan mencatat kenaikan jumlah pelanggan berbayar sebesar 185 persen, serta peningkatan pendapatan sebesar 88 persen.

Optimalisasi yang dilakukan saat ini bertujuan agar perusahaan dapat mempertahankan laju pertumbuhan yang tinggi.

Lamudi Indonesia sendiri telah berdiri sejak Februari 2014 dan diakuisisi oleh Dubizzle Group (semula EMPG) pada tahun 2020.
 
Pada awal tahun 2022, Lamudi mengakuisisi bisnis properti OLX Indonesia di mana kedua platform kini bersama-sama melayani lebih dari 22 juta pengunjung dan menerima lebih dari 1,35 juta listings properti baru setiap bulannya. Akuisisi ini juga menjadikan Lamudi sebagai perusahaan teknologi properti (proptech) terbesar di Indonesia.
 
Kondisi suram atau tech winter masih dialami sejumlah startup di Indonesia sejak 2022 hingga tahun 2023 ini. Sejumlah startup yang tercatat telah melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK diantaranya Xendit, Carsome, Shopee Indonesia, Grab, Tokocrypto, Zenius, JD.ID, Grab, GoTo, Ajaib, Sirclo, Glints, hingga Bibit. (Yoy)
 
Sumber : antaranews

Berita lainnya

world-news
Raih Syurga Dengan Waqaf Al Quran

Wednesday, 17-9-2025 10:50 402

world-news
Jadi Kaya Sejahtera Dengan Amalan Langit

Wednesday, 17-9-2025 19:35 619

world-news
Sedekah Hasilkan Manfaat Berlipat Lipat

Friday, 11-4-2025 10:05 605