Gambar App
XSpace Radio
Dapatkan info lengkap disini

Anak Krakatau Hujan Kerikil, Abu Vulkavik Sampai Jateng

Monday, 7-9-2026 07:41 95

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi hingga melontarkan abu vulkanik ke arah wilayah Jakarta dan sekitarnya. Erupsi Gunung Anak Krakatau ini berlangsung secara terus menerus sejak Jumat (4/9).

Erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut menghasilkan gemuruh dan getaran. Getaran dirasakan sangat kuat oleh warga sekitar hingga pintu dan jendela bergetar sendiri.

Dalam rekaman video yang dibagikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Sabtu (5/9/2026), erupsi Anak Krakatau menggetarkan pintu rumah warga. Getaran yang kuat itu membuat pintu berbunyi gemerutuk yang keras.

BPBD Banten melaporkan getaran itu berlangsung beberapa kali mulai pukul 01.00 WIB. Pada pukul 07.00 WIB, warga juga melaporkan adanya getaran kuat akibat erupsi Anak Krakatau.

Pada Sabtu (5/9) hingga Minggu (6/9) pagi, Gunung Anak Krakatau masih erupsi dengan status level III atau siaga. Dari Pos Pantau Pasauran terdengar dentuman dan gemuruh, petugas juga melaporkan 1 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 70 mm.

"Kondisi erupsi seperti ini diinterpretasikan sebagai 'Lava Fontain' atau lava air mancur. Terdengar dentuman dan gemuruh dari Pos GAK Pasauran," bunyi keterangan dari Situs Magma, Kementerian ESDM, Minggu (6/9/2026) pukul 00.31 WIB.

Erupsi dari gunung yang berada di Selat Sunda ini berdampak ke wilayah Lampung, Banten, Jakarta hingga Jawa Barat. Sejumlah perjalanan penerbangan mesti dibatalkan sebagai upaya memprioritaskan keselamatan penumpang.

Abu Vulkanik Menyebar ke 5 Provinsi
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi. Lima provinsi tersebut adalah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

"Dan berdasarkan gabungan informasi erupsi dan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, informasi VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre) Darwin serta analisa citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," ujar Lana dalam konferensi pers secara daring, Minggu (6/9/2026).

Ia mengatakan arah dari sebaran abu Gunung Anak Krakatau tersebut bisa berubah. Kementerian ESDM pun mengimbau masyarakat berada di dalam ruangan terlebih dahulu.

"Arah dan jangkauan sebaran abu dapat berubah bergantung pada arah dan kecepatan hujan abu. Oleh karena itu, seperti yang tadi saya sampaikan, diimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah," katanya. (Yoy)

Sumber : detiknews

Berita lainnya